14 May 2013

Coba-coba Stand Up Comedy

Setelah sekian lama gue nggak update ini blog, akhirnya gue berkesempatan lagi untuk menulis disini, terimakasih ya allah terimakasih *sujud diantara dua rukuk*. Jadi begini, beberapa bulan yang lalu itu gue sempat untuk coba-coba stand up comedy di daerah gue (di depok) bersama anak-anak komunitas @standupindodpk . Awalnya, gue mengira stand up comedy itu susah.. dan ternyata, emang susah! melucu secara live itu nggak semudah buka celana di depan umum, nggak semudah tititin mbak-mbak di busway.. *astagfirullah ndil nyebut..

Awalnya gue dateng ke Double Dipps Coffee Margonda, tempat dimana diadakannya Open mic. Malam itu, gue coba berkenalan dengan beberapa anak komunitas stand up, disana ada Choki, Ricky, Dewang, Bobby, Keling, Ervan, dan masih banyak lagi. Kebetulan juga pada saat itu ada perwakilan dari depok yang lolos dalam audisi Stand up comedy indonesia season 3 kompas tv. Diantaranya ada Iam, Rizky, Alphi dan Fico. dan sadisnya lagi, dua diantara mereka ber-empat berhasil sampai ke tahap 5 besar #SUCI3.. dan Fico sampai Grand Final. tentunya gue bangga sama kota gue. yeah!


Singkat cerita, Gue masuk dengan kedalam cafe dengan rasa percaya diri yang sangat besar. kaki gue gemeteran, badan kejang-kejang. untungnya gue nggak ayan di tempat.. Yang menjadi Mc pada malam pertamakali gue open mic adalah Ricky, orang ambon. tapi cemen  ~~~\o/


26 April 2013

Loves Leave - Chapter 12 (end)

Selama berpacaran dengan Ninda, gue selalu nggak pernah mau kejelekan ninda (aibnya) Diketahui oleh orang-orang terdekat gue, kecuali Sambas. yah, hanya dia yang tahu karena memang dia yang awalnya mendekati Ninda, kemudian sambas menjauh. akhirnya dioperlah ke gue -___-..

Tapi, dimata orang-orang terdekat gue, Ninda adalah cewek baik2, gue selalu membelanya ketika orang lain mulai berprasangka buruk terhadapnya. Alasannya adalah gue nggak mau orang yang paling gue sayang malah di cap buruk oleh orang lain. apapun yang terjadi pada masa lalunya, gue nggak peduli! yang penting gue udah berusaha untuk membuat dia terlihat baik dimata orang-orang terdekat gue, termasuk orang tua gue sendiri..

Beberapa bulan sebelum gue putus, Gue dan Sambas sempat membahas soal hubungan gue.

"Gimana lo sama Ninda? masih awet?" tanya sambas

"Masih mbas, alhamdulillah baik-baik aja" Jawab gue

"Hmm... ndil.. jangan terlalu sayang ndil..."

"Emangnya kenapa sih mbas?"

"Dia nggak baik untuk lo"

"Tapi mbas..."

"Ya terserah lo sih, gue cuma ngingetin"

"Ya, gue mau ngerubah hidup dia mbas. Semenjak sama gue, dia berhenti ngerokok, gue juga ngelarang dia ngelakuin hal-hal yang berbau negatif"

"Iyeee.. kan gue bilang terserah lo, nanti kalo lo putus, kan bisa dioper ke gue"

Oke, seperti biasa, sambas mulai ngawur -___-

"Bangkek lo! hahaha"

"Gue udah bertahun-tahun nih ndil ngejomblo, malem minggu besok, Ninda gue pinjem boleh nggak ndil? sekali aja.. katanya lu sahabat gue :("

"Pake aja mbas pake..."

Lalu kita berdua ketawa ngakak..

Loves Leave - chapter 11

Wanita memang menyebalkan, cerewet, dan bawel. Tapi itulah yang membuat mereka begitu dirindukan, terutama ketika hati sedang sepi. Segala bentuk perhatian dari Ninda perlahan mulai menghilang, gue nggak mengerti apa yang sebetulnya dia inginkan. Ninda yang biasanya sangat bawel untuk sekedar mengingatkan gue makan, mengingatkan solat, mengucapkan selamat pagi. kini telah berubah. Gue kangen semua bentuk perhatian yang biasa dia sampaikan, gue kangen rengekan manjanya, gue kangen sama bawelnya dia :(


apa yang terjadi?


Akhirnya gue memutuskan untuk berubah, mencoba untuk lebih perhatian terhadap Ninda. Gue jadi yang pertama mengucapkan selamat pagi, mengingatkan "Jangan lupa makan", dan segala bentuk perhatian seperti orang pacaran pada umumnya. Namun, hal ini justru membuat sikap Ninda bertambah cuek, setelah 2 minggu gue yang berbalik perhatian banget sama dia. Ya begitulah, orang yang diberi perhatian lebih malah berasa tinggi. Jujur aja, gue semakin nggak ngerti! *jedot-jedotin kepala*


Ditengah kacaunya hubungan percintaan gue dengan Ninda, gue membuka folder foto di laptop, melihat berbagai kenangan indah bersama Ninda....

21 April 2013

Loves Leave - Chapter 10

Apakah kalian sadar? kita sangatlah beruntung hidup di zaman yang serba modern ini, terutama dalam bidang "Pacaran" Iya, pacaran jadi lebih mudah semenjak ada handphone, atau sekarang lebih kerennya lagi dikenal dengan smartphone. yang LDR sekarang enak, masih bisa teleponan, chatting, sms, bahkan video call seperti skype. Gue ngebayangin kalau gue pacaran di zaman dulu, mungkin jadinya bakalan seperti ini:

Jaman sekarang : Beli hape, sms "i love you sayaaaang"

Jaman dulu : Ke pasar burung, beli merpati, tulis surat.. "Dari loeboek hatikoe tjang terdalam, akoe mencintai moe" kemudian merpatinya terbang. kalau merpatinya pintar suratnya sampe ke rumah pacar, kalau merpatinya bego? paling nyasar kerumah mantan.